Posted by: Buddy Dharmawan | January 28, 2009

Tahapan Perkembangan Kucing

Tahapan perkembangan kucing ini disusun oleh American Association of Feline Practitioner (AAFP), sebuah organisasi yang beranggotakan dokter hewan yang sering  atau spesialisasi menerima pasien kucing. Informasi ini dapat menjadi panduan bagi pemilik kucing untuk mengetahui tahapan normal perkembangan kucing dan apa yang sebaiknya dilakukan.
1. NEONATAL:
Lahir- 2 minggu

Normal pada tahap ini :
Hanya mengkonsumsi susu.
Interaksi sosial masih sedikit.
Distimulasi oleh induk.
Mata mulai membuka dan berjalan pada umur sekitar 14 hari, belum dapat mengontrol dan mempertahankan suhu tubuh,
Belum dapat menjilati/menyisir/grooming bulunya sendiri.

Yang harus dilakukan :
Menyediakan nutrisi berkualitas baik untuk induk.
Anak kucing tidak terlalu banyak dipegang. Bila harus dipegang, lakukan dengan sangat hati-hati.
Sediakan lingkungan yang hangat, bersih dan aman
Jika induk mati/tidak mau mengurus anaknya, usap bagian anus dengan handuk/halus, basah dan hangat untuk merangsang buang air besar & kecil.

2.  SOSIALISASI AWAL:
Umur 3-8 minggu

Normal pada tahap ini :
Mulai belajar makan makanan padat (basah), secara bertahap konsumsi susu berkurang.
Periode sensitif belajar sosialisasi & status sosial. Pada tahap ini banyak kemampuan sosialiasi dengan manusia/hewan lain terbentuk.
Mulai dapat mengontrol kencing dan buang air besar.
Mulai belajar menggunakan kotak pasir/litter box.
Mulai tertarik & bermain dengan benda tertentu. Mulai dapat berlari dan memanjat.
Mulai dapat belajar sesuatu yang agak rumit. Mencakar/menggaruk dan berbagai perilaku berburu/predator.
Warna Mata berubah. Semua gigi susu telah muncul. Dapat mengontrol dan mempertahankan suhu tubuh.
Mulai menjilati/menyisir bulunya sendiri.

Yang harus dilakukan :
Menyediakan makanan  berkualitas tinggi (khusus kitten) dan air minum segar setiap hari.
Banyak dipegang & diajak bermain dengan orang yang berbeda, baik wanita, pria atau anak-anak. Pada saat bermain dengan anak-anak harus diawasi.
Perkenalkan dengan kucing lain dengan hati-hati sambil memperhatikan keamanannya berikan hadiah atas perilaku yang baik terhadap manusia atau hewan/kucing lain. Hadiah bisa berupa makanan kecil khusus kucing atau berupa belaian.
Sediakan kotak pasir dengan pinggiran yang dangkal agar anak kucing mudah naik.
Bersihkan pasir/litter minimal  kali sehari. Gunakan pasir/litter tanpa pewangi.
Perkaya lingkungan hidup kucing dengan mainan, tempat mencakar/mengasah kuku, tempat untuk bermain & sembunyi.
Mulai dibiasakan menyikat/mebersihkan gigi.
Periksa telinga, gigi, kuku dan mulai biasakan disisir (mandi/grooming)
Dapat dilatih/dibiasakan menggunakan harness/tali agar mudah dituntun/diajak jalan-jalan. Tidak setiap kucing dapat menerima hal ini.
Dapat mulai dilatih untuk duduk, datang bila dipanggil, dll.
Idealnya dilakukan pemeriksaan fisik pertama oleh dokter hewan. Pemberian obat cacing dan vaksinasi. Diskusikan program vaksinasi, nutrisi & kesehatan dengan dokter hewan anda.

Sebaiknya tidak menggunakan tangan atau kaki bila bermain dengan kucing, selalu gunakan mainan. Penggunaan tangan & kaki  dapat merangsang kebiasaan buruk pada kucing, seperti mencakar dan menggigit bila disodori tangan/kaki.

3. SOSIALISASI AKHIR:
Umur 9-16 minggu

Normal pada tahap ini :
Makan makanan padat.
Terus belajar kemampuan sosial. Sosialisasi bermain mencapai puncaknya. Mulai belajar menghasilkan dan menghadapi konflik dengan kucing lain. Pada tahap ini dapat terbentuk status sosial kucing yang berlebihan.
Terus menggunakan kotak pasir/litter box.
Eksplorasi lingkungan, memanjat lebih agresif.
Gigi susu mulai tanggal.

Yang harus dilakukan :
Lanjutkan tindakan yang dilakukan pada tahap sebelumnya.
Lemungkinan mulai memerlukan kotak pasir yang lebih besar, (idealnya : ukuran panjang kotak pasir minimal, 1,5 kali panjang tubuh kucing)
Sediakan tempat untk memanjat, biasanya sekaligus sebagai tempat untuk mencakar/mengasah kuku.
Lanjutkan pelatihan-pelatihan dasar.
Bila perlu, untuk mengontrol populasi, diskusikan dengan dokter hewan kemungkinan sterilisasi (spay/neuter : Jantan dikebiri, betina diambil rahimnya dan atau indung telurnya)
Pemeriksaan fisik oleh dokter hewan. Ulangi vaksinasi.
Anak kucing yang tidak mendapatkan pengalaman sosial yang cukup pada periode sosialisasi awal memerlukan usaha lebih agar dapat mempunyai kemampuan sosial & adaptasi yang baik.

4. REMAJA/ADOLESCENCE
Umur 17 minggu-1 tahun

Normal pada tahap ini :
Merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya.
Bila tidak disteril, pada tahap ini terjadi kematangan seksual. Organ-organ reproduksi mulai berfungsi dengan aktif.
Sosialisasi bermain mulai berkurang.
Lebih suka menjadi subordinat kucing lain yang lebih besar, tetapi bisa menantang kucing tersebut untuk mendapatkan status sosial.
Dapat terjadi Spraying (kencing sembarangan, terutama sering terjadi pada kucing jantan). Hal ini berhubungan dengan perubahan hormon & status sosial.
Bila telah terbiasa berkeliaran diluar rumah, kucing akan berkeliaran lebih lama dan lebih jauh dari sebelumnya.

Yang harus dilakukan :
Mulai transisi perubahan makanan dari makanan khusus kitten ke makanan untuk kucing dewasa (adult). Transisi dapat dilakukan pada umur 6-8 bulan.
Teruskan bermain dengan sistem hadiah/penghargaan
Hubungi dokter hewan bila ada masalah serius, terjadi spraying (kencing sembarangan) atau perilaku yang tidak seharusnya.
5. DEWASA/ADULT
Umur 1-6 tahun

Normal pada tahap ini :
Kecepatan metabolisme mulai berkurang. Mulai terjadi penambahan beratbadan berlebihan/kegendutan bila makanan & olahraga/bermain tidak dikontrol.
Perkembangan sosial/sifat sempurna pada umr -3 tahun.
Sifat sangat dipengaruhi oleh genetik/keturunan dan pengalaman sosial pada tahap sosialisasi  awal.
Mulai jarang bermain, tapi biasanya masih mau bermain biala ada teman atau mainan.
Bau urin/kencing kucing jantan berubah menjadi kuat.

Yang harus dilakukan :
Evaluasi berat badan dan pemberian makanan setiap 3 bulan sekali.
Usahakan kucing bermain/olah raga secara rutin.
Lanjutkan bermaind engan sistem penghargaan.
Evaluasi ukuran litter box.
Vaksinasi rutin setiap tahun, sesuai rekomendasi dokter hewan.
Perhatikan kondisi gigi. Karang gigi sering terbentuk, terutama bila gigi jarang dibersihkan.
6.  ADULT SENIOR
Umur 7 tahun atau lebih

Normal pada tahap ini :
Penurunan nafsu makan sering terjadi
Penurunan aktivitas mengurangi interaksi sosial dengan pemilik atau kucing lain.

Yang harus dilakukan :
Awasi nafsu makan dan jumlah air yang diminum. Hubungi dokter hewan bila ada penambahan atau penurunan konsumsi air dalam jumlah besar.
Pemeriksaan ke dokter hewan setiap 6 bulan sekali.

Source : kucingkita.com

Posted by: Buddy Dharmawan | January 28, 2009

Kerangka Kucing


Kerangka kucing

Keterangan :

  1. leher, terdiri dari 7 buah tulang (vertebrae cervicalis)
  2. bahu, tulang belikat (Scapulla)
  3. tulang punggung, 13 vertebrae thoracalis
  4. tulang punggung, 7 vertebrae lumbalis
  5. tulang punggung, 3 tulang vertebrae sacralis bergabung menjadi satu
  6. tulang panggul (ischium)
  7. tulang paha (femur)
  8. fibula (tulang betis)
  9. tibia (tulang betis)
  10. pergelangan kaki (tarsus)
  11. telapak kaki (meta tarsus)
  12. jari (phalank)
  13. tulang ekor, 18-23 tulang vertebrae coccigea
  14. tempurung lutut (patella)
  15. tulang rusuk
  16. telapak tangan (meta carpus)
  17. cakar
  18. pergelangan tangan (carpus)
  19. ulna (tulang tangan)
  20. radius (tulang tangan)
  21. humerus (tulang siku)
  22. tulang dada (sternum)
  23. rahang bawah (mandibula)
  24. rahang atas (maxilla)
  25. tulang kepala
Posted by: Buddy Dharmawan | February 2, 2009

TOXOPLASMOSIS PADA HEWAN PIARAAN (PET ANIMAL)

  • Toxoplasmosis adalah penyakit parasiter yang disebabkan oleh infeksi protozoa Toxoplasma gondii
  • Ada 3 bentuk:

- Tropozoit

- Cystozoit

- Oocyte

  • Tersebar dibanyak negara termasuk Indonesia
  • Cara penularan:

- Oral

- Melalui Placenta

  • Species

- Secara klinis Toxoplasmosis lebih sering ditemukan pada kucing daripada anjing

- 80% kucing yang menunjukkan gejala klinis, ditemukan peradangan mata (Uveitis)

- Survey di LN ±30% kucing yang diperiksa darahnya menunjukkan hasil tes positif (kebanyakan gejala klinis tidak tampak)

  • Ras

- Semua ras kucing rentan terhadap infeksi T.gondii

- Umur yang diserang antara 2 minggu – 16 tahun (rata-rata 4 tahun)

  • Sex

- Kucing jantan lebih banyak mengalami infeksi daripada kucing betina

  • Gejala-gejala Klinis
  1. Pada Kucing

- Panas tubuh tinggi

- Lesu

- Nafsu makan menurun/hilang

- Berat badan menurun

- Pupil mata mengecil

- Ataxia

- Kejang-kejang

- Tremor

- Kelumpuhan

- Muntah, diare, gejala kuning

- Kematian anak kucing saat lahir atau mati sebelum disapih

- Infeksi T.gondii setelah lahir biasanya menunjukkan gejala-gejala kelainan pada:

  • Saluran pernafasan
  • Saluran pencernaaan makanan

- Toxoplasmosis pada kucing yang menunjukkan gejala-gejala syaraf kurang dari 10%

- Gejala-gejala syaraf yang sering terlihat

- Kebutaan

- Kehilangan koordinasi

- Berputar-putar

- Kejang-kejang

  1. Pada Anjing

Dewasa

- Kejang-kejang

- Tremor

- Kelemahan otot

- Kelumpuhan

Anak Anjing

- Suhu tubuh meningkat

- Nafsu makan menurun

- Tonsil membesar

- Sesak nafas

- Muntah-muntah

- Diare

Kelainan pada mata jarang ditemukan

  • Faktor-faktor yang memudahkan terjadinya infeksi T.gondii
  1. Adanya infeksi penyakit-penyakit yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh.

- Feline leukimia

- Feline immuno deficiency (AIDS)

- Felkine infectiious peritonitis

- Haemobartonellosis

- Cannine distemper

  1. Pemberian obat-obat yang mengandung Cartico steroid dan obat-obat anti tumor.

Chemotherapi

  • Diagnosis

- Gejala klinis

- Pemeriksaan serologis

- Pemeriksaan tinja

Pemeriksaan darah:

- LATEX

- DA test

- Elisa

  • Pengobatan

Hewan

  1. Clindamycin 25-50 mgr/kg bb/hr dibagi 2 dosis
  2. Sulfadiazine 30 mgr/kg bb/12 jam

Pyrimethamin 0,5 mgr/kg bb

  1. Makanan ditambah folinic acid 5 mgr/hari

Manusia

- Preparat sulfa

- Pirimetamin

- Klindamisin

- Tetrasiklin

- Rofamisin

- Spiramisin

  • Pencegahan

- Jangan beri daging, jeroan mentah, dan susu yang tidak dipasteurisir

- Cegah hewan-hewan kita berburu burung, tikus, kecoa

- Pasir tempat kotoran kucig, dibersihkan setiap hari

- Cuci tangan yang bersih setelah mencuci tempat kotoran kucing atau mencuci daging

- Ibu-ibu yang sedang hamil sebaiknya jangan membersihkan tempat kotoran kucing atau mencuci daging mentah.

  1. Pada Manusia

Masa inkubasi: 5-23 hari

  • Cara mendapat infeksi sama dengan cara infeksi pada kucing dan anjing
  • Manusia hanya merupakan induk semang perantara
  • Infeksi pada manusia melalui 4 cara:
    1. Secara tidak sengaja memakan ookista yang ada pada makanan
    2. Makan daging sapi, kambing, babi, ayam, anjing yang mengandung kista
    3. Infeksi melalui placenta (penularan konginetal)
    4. Infeksi melalui transplantasi, transfusi darah, dan kecelakaan di laboratorium
  • Infeksi cara konginetal relatif lebih sedikit dibandingkan dengan infeksi cara lain
  • Infeksi konginetal biasanya bersifat akut dan fatal
  • Infeksi pada trisimester pertama ® arbortus
  • Infeksi pada trisimester selanjutnya ® janin mati dalam kandungan, lahir prematur atau lahir cacat (buta, keterbelakangan mental, dll)
  • 20-50% yang kena infeksi secara konginetal ® biasanya lahir prematur
  • 60-70% infeksi konginetal tidak menunjukkan gejala pada bayinya
  • 10% dari bayi-bayi yang mengalami infeksi konginetal biasanya menunjukkan sakit berat: panas, pembesaran hati dan limpa, hidrosefalus, mikrosefalus, korioretinitis, anemia, pembesaran kelenjar-kelenjar pertahanan tubuh dan kejang-kejang. 10% kasus-kasus tadi biasanya diakhiri dengan kematian.
  • Pada orang dewasa ® kebanyakan tidak menunjukkan gejala
  • Manifestasi klinis pada orang dewasa ® pembesaran kelenjar lokal/umum dan sering ditemukan korioretinitis.

Pengobatan untuk Manusia

  • Untuk manusia saat ini masih dipakai: preparat sulfa, pirimitamin klindamisin, dan spiramisin
  • Obat-obat tersebut hanya mematikan bentuk tropozoit saja, jadi efektif pada infeksi akut
  • Untuk pengobatan profilaktis pada ibu-ibu yang sedang mengandung diberikan spiramisin, akan tetapi spiramisin ini tidak dapat menembus placenta
  • Untuk infeksi-infeksi berat dapat diberikan tetrasiklin atau khlortatrasiklin
  • Pemberian preparat kortiko steroid pada stadium akut tidak banyak efeknya

Posted by: Buddy Dharmawan | February 2, 2009

MENGADOPSI KUCING

Sebelum memutuskan untuk membawa kucing ke rumah anda perlu mempertimbangkan apa tujuan anda memelihara kucing. Diantaranya mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Apakah anda siap berbagi hidup bersama kucing dengan segala keuntungan dan kerugian yang mungkin ditimbulkan ?
  • Apakah anda siap memberikan lingkungan dan kehidupan yang layak bagi kucing sesuai dengan kebutuhannya ?
  • Apakah keluarga dan hewan lainnya di rumah anda juga siap menerima kehadian si kucing ?
  • Apakah anda memelihara kucing untuk sekadar untuk teman bermain atau untuk dibiakan atau untuk kompetisi ?
  • Siapkah anda dengan segala biaya yang harus dikeluarkan untuk memberikan makanan yang cukup baik dan untuk perlindungan kesehatan yang diperlukannya, termasuk mempunyai seorang dokter hewan kepercayaan untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaaan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan kucing ?

PERSIAPAN SEBELUM DIBAWA KE RUMAH

Sangat beresiko membawa anak kucing ras bermain bebas di luar rumah karena khawatir dicuri, mendapat kecelakaan, keracunan atau tertular berbagai macam penyakit. Memelihara kucing didalam rumah perlu mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Makanan dan nutrisi yang baik.

Pilih makanan yang komposisinya baik. Sediakan selalu makanan di dalam piring makannya. Selalu sediakan makanan yang fresh, baru dihidangkan. Jangan menghidangkan makanan yang sudah terkena udara bebas selama lebih dari 8 jam. Makanan yang terlalu lama dihidanglan di piring akan terkontaminasi dengan kuman, bakteri, dll, dan penyakit yang mungkin saja ditularkan oleh lalat yang hinggap, sehingga kucing bisa tertular penyakit.

  1. Air minum yang bersih dan harus matang (Aqua lebih baik lagi). Minuman harus diganti minimal 2 kali sehari.
  2. Tempat makan dan minum yang baru, selalu dibersihkan dan dicuci setiap hari.
  3. Tempat tidur atau kandang yang steril dan rajin dibersihkan / dicuci / dijemur.
  4. Kotak pasir beserta pasirnya. Kotak pasir harus bersih, dicuci setiap hari. Jenis pasir untuk kucing ada yang sekali pakai juga ada yang bisa dipakai kembali setelah dicuci, direndam minimal 8 jam lalu dijemur samapi kering, setelah itu bisa digunakan kembali.
  5. Perlengkapan untuk grooming à Sikat, Sisir, Shampoo khusus kucing, Handuk, Cutton Buds untuk membersihkan telinga (menggunakan baby oil/ Earmite Remedy Oil)
  6. Teman untuk bermain, bisa anggota keluarga, hewan atau kucing lain.
  7. Perlengkapan bermain seperti bola, tali, undak-undakan
  8. Tempat untuk bermain, berlari, atau memanjat
  9. Sinar matahari dan sirkulasi udara harus baik. Idealnya, kucing yang dipelihara dalam sebuah ruangan, memerlukan 17 kali pergantian udara.
  10. Tempat untuk menggaruk dapat dibuat dari tali atau kayu.

MEMBAWA ANAK KUCING KE RUMAH

Pengalaman yang menyenangkan adalah ketika kita membawa seekor anak kucing ke rumah. Pemilik harus berhati-hati dan mengawasi kucingnya selama beradaptasi dengan lingkungan barunya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan selama proses membawa kucing sampai ke rumah adalah :

  • Untuk membawa kucing ke rumah, sebaiknya menggunakan kandang atau keranjang khusus untuk membawa kucing. Tujuannya adalah kucing merasa aman dan nyaman selama dalam perjalanan. Jika dibawa dengan cara digendong maka kucing bisa mencakar atau lari ketakutan.
  • Setibanya di rumah kucing dikurung dalam ruangan/kamar yang telah dilengkapi oleh tempat tidur, tempat makan dan minum, serta kotak pasir.
  • Jangan biarkan kucing di luar rumah karena kucing bisa lari ketakutan tanpa kendali. Biarkan kucing mengenali rumah barunya. Biasanya kucing akan mengendus-endus setiap pojokan ruangan atau bahkan mencari tempat sembunyi.
  • Selama proses adaptasi kucing akan selalu membutuhkan si pemelihara untuk bermain dan diperhatikan. Kucing boleh tidur di kamar tidur bersama pemilik barunya, agar tidak menangis sepanjang hari karena merasa asing dan sepi. Dengan perhatian yang cukup pada proses adaptasi, maka akan mendidik kucing menjadi merasa dekat dengan pemilik barunya, yang akhirnya akan menjadi kucing yang penurut terhadap pemiliknya.
  • Anak kucing yang baru dibawa jangan langsung dipertemukan dengan hewan lain. Hal ini kan menyebabkan kucing stress. Biarkan dia benar-benar merasa tenang dan aman untuk makan, minum dan menggunakan kotak pasirnya.
  • Dengan memilih anak kucing untuk dipelihara maka pemilik harus menyediakan waktunya dan kesabaran untuk mengajari mereka berbagai peraturan di rumah seperti melarang melompat meja. Mengingat anak kucing perlu teman bermain sebagai pengganti saudaranya untuk bergulat, menendang, menggigit, berlari, melompat. Tingkah laku ini normal karena merupakan salah satu cara untuk membakar sisa energi dalam tubuhnya. Perilaku ini akan berkurang sampai dengan anak kucing menginjak usia 1 tahun.
  • Melarang kucing harus dilakukan dengan hati-hati, jangan memukul. Cukup melarang dengan nada yang sungguh-sungguh. Dengan pukulan atau larangan yang kasar akan menyebabkan kucing takut, nervous dan akhirnya menjauhi pemiliknya.
  • Umumnya anak-anak sangat menyukai hewan. Namun perlu dijaga agar anak-anak tidak berlaku kasar kepada kucing karena berdampak jelek terhadap perkembangan karakter seekor kucing. Kucing bisa menjadi agresif dan mudah ketakutan. Jika keadaan ini terjadi pada kucing yang kita pelihara maka akan susah disembuhkan.
  • Kucing adalah hewan yang senang bermain. Jangan lupa untuk selalu mengajaknya bermain. Ajaklah kucing bermain-main dengan pita atau tali sehingga dia tertarik untuk merespon dan selalu mendekati pemiliknya, terutama jika kucing susah didekati.

Dalam jangka waktu 1 sampai 2 minggu biasanya kucing akan beradaptasi dengan rumah barunya. Tugas pemilik selanjutnya adalah merawat dan membuat kucing sehat dan bahagia di rumahnya sendiri.

GROOMING (PERAWATAN BULU)

1. Memandikan kucing

Pemilik harus menyediakan waktu untuk memandikan kucingnya. Perawatan bulu pada kucing persia membutuhkan waktu setiap harinya. Meraweat bulu kucing persia bisa menggunakan sisir atau sikat khusus kucing yang bisa dibeli di petshop. Gunakanlah Shampoo khusus kucing. Jangan menggunakan shampoo untuk manusia karena akan merusak tekstur bulu dan kelenjar pada kulit kucing.

Untuk memandikan kucing gunakanlah air hangat, jangan menggunakan air dingin karena akan mengakibatkan kucing sakit terutama untuk kucing persia. Memandikan kucing dimulai dengan menyiramnya dari bahu ke seluruh tubuh kecuali muka dan telinga cukup dielap saja. Pada saat memandikan kucing, sebaiknya telinga kucing ditutup dulu dengan kapas supaya air tidak masuk kie dalam liang telinga. Air yang masuk ke dalam telinga kucing akan mengakibatkan terjadinya infeksi di telinga kucing sehingga harus diobati, jika tidak akan berakibat fatal pada kesehatannya.

Ketika mandi, muka kucing jangan dihadapkan pada muka kita supaya tidak mencakar jika merasa takut. Pegang bahunya secara hati-hati tapi jangan sampai mencengkram lehernya. Pembilasan harus sampai bersih karena sanpoo yang tertinggal di bulu akan berbahaya jika dijilati oleh kucing. Keringkan kucing dengan handuk besar yang bersih. Setelah itu kucing bisa dijemur sebentar, max 10menit, baru keringkan dengan menggunakan hair dryer.

2. Pembersihan Telinga dan kuku

Telinga kucing perlu dibersihkan secara berkala. Gunakan cutton bud yang telah ditetesi sedikit mineral oil/ear mite remedy. Tapi jangan mengorek telinga terlalu dalam karena bisa mengakibatkan telinganya infeksi.

Kuku rutin dipotong sedikit saja, karena kucing memiliki kebiasaan mengasah kukunya ke sofa, karpet,dll.

PERAWATAN KESEHATAN

Perawatan terhadap Kutu dan Cacing

Jika kucing berkutu, segeralah berikan obta kutu karena kutu hidup sebagai parasit dalam tubuh kucing yang bisa mengakibatkan bulu rontok,kusam,dll. Obat kutu kucing bisa diebli di dokter hewan atau di petshop. Obat cacing harus diebrikan secara rutin setiap 2-3 bulan. Obat cacing kucing berbeda dengan obat cacing manusia, bisa didapat di dokter hewan/petshop.

VAksinasi

Vaksinasi bisa diulang sertiap tahunnya, untuk terhiondar dari beberapa penyakit berbahaya yang mematikan.

GEJALA KUCING SAKIT

  1. Diare
  2. Sulit buang air besar/kecil
  3. Warna air kencing tidak normal
  4. Keluar cairan dari hidung, mata atau vulva
  5. Suhu tubuh hangat
  6. perubahan jumlah konsumsi makan atau minum
  7. Bulu rontok
  8. Mengeluarkan air liur
  9. Berhenti grooming sendiri
  10. Berat badan turun
  11. Perut bengkak
  12. Susah berjalan
  13. Sering muntah
  14. Posisi tubuh tidak normal
  15. perubahan tingkah laku, jadi pendiam,menyendiri
Posted by: Buddy Dharmawan | January 30, 2009

Ear Mite/Tungau Telinga Pada Kucing

Ear mite/tungau telinga adalah sejenis kutu yang sering menyerang telinga kucing. Spesies tungau yang sering menyerang telinga kucing adalah Otodectes cynotis. Tungau  ini biasanya hidup dipermukaan saluran telinga tetapi bisa juga ditemukan di bagian tubuh yang lain.

ear mite, tungau telinga
bentuk tubuh ear mite
Meskipun jarang, tungau ini dapat menyerang manusia dan menyebabkan rasa gatal.  Tungau telinga yang menyerang telinga kucing dalam jangka waktu lama (kronis), dapat menyebabkan gangguan telinga yang serius.

ear mite bergerak dan hidup di dalam saluran telinga. Tungau ini  hidup dengan memakan jaringan yang mati dan cairan seperti lilin yang dikeluarkan oleh telinga. Tungau ini dapat menyebabkan iritasi dan berlanjut menjadi infeksi.


ear mite

Iritasi dan infeksi yang berlangsung terus menerus dan berulang-ulang dapat menyebabkan kuit di saluran teinga menebal. Akibatnya saluran teinga menyempit sehingga fungsi pendengaran sedikit terganggu.

Biasanya tungau telinga tidak menyebabkan rusaknya gendang  telinga. Tetapi adanya infeksi sekunder yang disebabkan bakteri atau jamur dapat menyebabkan kerusakan selaput gendang telinga. Bila ini terjadi, infeksi telinga bagian tengah yang parah dapat juga terjadi. Akibatnya hewan kehilangan keseimbangan,disorientasi dan gangguan syaraf lainnya.

Tanda-tanda kucing terserang ear mite
Menggoyang-goyangkan /menggeleng-gelengkan kepala.
Mencakar/menggaruk telinga sehingga terihat adanya luka atau kemerahan di sekitar telinga.
Kotoran telinga berwarna coklat tua kehitaman, kering menyerupai serbuk kopi. Kadang-kadang terihat kerak-kerak kering di sekitar telinga  bagian dalam.
Ditemukan adanya ear mite.

Darimana kucing tertular Ear mite

Ear mite berpindah dari inang satu ke inang lain melalui kontak fisik. Ear mite berasal dari hewan/kucing lain yang hidup bersama kucing anda. Karena ear mite mudah sekali menulai melalui kontak fisik, maka pengobatan ear mite harus dilakukan menyeluruh terhadap semua kucing yang hidup bersama di rumah anda.

Ear mite sangat menular di antara anjing dan kucing. Ada beberapa spesies ear mite yang lebih suka menyerang anjing tetapi ada juga yang bisa menyerang keduanya. Anak kucing dapat tertular ear mite dari induknya

Ear mite juga dapat menyerang kelinci, hamster, marmut, gerbil, musang, mencit, tikus, dll. Meskipun kadang dapat menyebabkan sedikit rasa gatal pada kulit manusia, ear mite tidak menular & menyebabkan penyakit  kepada manusia.
Bahaya/akibat ear mite

Ear mite dalam telinga sangat mengganggu, terasa gatal dan mengiritasi telinga. Lebih  lanjut dapat terjadi  infeksi. Infeksi telinga yang tidak segera ditangani dapat berlanjut menjadi berbagai penyakit serius, bahkan hilangnya kemampuan pendengaran. Ear mite juga kadang dapat hidup di bagian tubuh lain selain telinga dan menyebabkan penyakit kulit.

Manajemen pengobatan
Saat ini berbagai obat suntik dan obat tetes telinga untuk membasmi ear mite telah banyak tersedia. Obat suntik (hanya di Dokter hewan) biasanya merupakan golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll). Supaya siklus hidup tungau dapat dihentikan, pemberian obat-obatan suntik ini harus diulang dua minggu kemudian.

Berbagai merk  obat tetes telinga pembasmi ear mite dapat dibeli di petshop-petshop. Obat tetes ini harus terus menerus diberikan selama 2-4 minggu hingga semua ear mite terbasmi. Kekurangan obat tetes telinga adalah bila ear mite menyebar ke bagian tubuh lain, diperlukan obat lain untuk daerah tersebut.

Beberapa obat anti ektoparasit yang ditetes di punggung/pangkal leher juga dapat digunakan untuk membasmi ear mite. Contoh obat-obatan jenis ini adalah revolution (mengandung selamectin) frontline (mengandung fipronil). Tetap perlu diperhatikan waktu pemberian ulang obat-obatan tersebut tersebut agar siklus hidup ear mite dapat dihentikan.

Semua kucing atau hewan lain  (seperti kelinci, marmut, hamster, musang) yang hidup bersama atau kontak fisik dengan kucing juga harus diobati. Supaya tidak terjadi infeksi ulang dari hewan lain dan ear mite dapat benar-benar tuntas terbasmi.

obat tetes ear mite
contoh obat tetes telinga untuk penyakit ear mite

drh. Neno Waluyo S, 2007

Posted by: Buddy Dharmawan | January 30, 2009

Scabies :Tungau penyebab penyakit kulit

Scabiesis adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau (sejenis kutu)scabies/sarcoptes. Penyakit ini sering menyerang anjing, kucing, kelinci dan dapat juga menular ke manusia. Sebagian besar scabiesis pada anjing dan kelinci disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei, sedangkan notoedres cati lebih sering menyebabkan scabiesis pada kucing. Selain notoedres cati,  Sarcoptes scabiei juga dapat menyerang kucing.

Tungau Notoedres cati, siklus hidup & cara penularan

Scabiesis pada kucing lebih sering disebabkan notoedres cati, seperti halnya sarcoptes scabiei yang lebih sering menyerang anjing. Tungau ini berukuran sangat kecil (0.2-0.4 mm), hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau kaca pembesar.

tungau penyebab scabiesis
Tungau  scabies

Seluruh siklus hidup tungau ini berada di tubuh induk semangnya. Tungau betina menggali dan melubangi kulit kemudian bertelur beberapa kali sambil terus menggali saluran-saluran dalam kulit induk semangnya. Lubang-lubang dalam kulit yang digali seekor tungau betina dapat  mencapai panjang beberapa centimeter.

Setelah bertelur beberapa kali, tungau betina mati. Dalam waktu 3-8 hari telur menetas menjadi larva berkaki enam. Larva yang telah dewasa berubah menjadi nimfa yang mempunyai delapan kaki. Nimfa dewasa berganti kulit menjadi tungau dewasa. Dalam saluranyang telah digali tungau betina tersebut, tungau dewasa melakukan perkawinan dan proses daur hidup berulang kembali. Satu siklus hidup memerlukan waktu 2-3 minggu.
Scabiesis dapat menyerang kucing pada semua umur, baik jantan maupun betina. Penularan penyakit kulit ini terjadi melalui kontak fisik antar kucing atau kontak dengan alat-alat yang tercemar tungau seperti sisir, kandang, dll.

Tanda & gejala terserang Scabies

Tanda-tanda awal terkena penyakit ini biasanya berupa rontok dan gatal disekitar telinga. Dipinggiran daun telinga terlihat ada kerak berwarna putih. Penyakit dapat menyebar dengan cepat ke daerah sekitar wajah, leher, hidung dan kelopak mata. Kadang-kadang tungau juga dapat menyebar hingga ke daerah perut dan telapak kaki.

Rasa gatal yang timbul menyebabkan kucing sering menggaruk-garuk.  Infeksi kronis/lama dapat menyebabkan penebalan dan keriput pada kulit ditutupi oleh kerak-kerak berwarna abu-abu kekuningan. Infeksi yang parah mengakibatkan luka dan berkembang menjadi infeksi sekunder.

Diagnosa

Penyakit ini sering tertukar dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur (ringworm). Diagnosa penyakit biasanya dilakukan dengan cara memeriksa kerokan kulit dibawah mikroskop. Biasanya dalam kerokan kulit tersebut ditemukan banyak tungau.

Pengobatan
Obat klasik yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit ini adalah sulfur/belerang. Sulfur juga merupakan obat klasik penyakit kulit yang disebabkan oleh ringworm/jamur. Mandikan kucing dengan shampoo/sabun yang mengandung sulfur, kemudian dicelup (dip) dengan cairan sulfur 2-3 %. Mandi dan dip sulfur dilakukan setiap tujuh hari sampai sembuh. Setidaknya diperlukan 6-8 kali mandi hingga penyakit sembuh.

Cara lain yang sering digunakan adalah injeksi obat golongan avermectin seperti ivermectin, doramectin atau selamectin. Suntikan inilah yang sering salah kaprah disebut sebagai suntik jamur, seperti juga kesalahan diagnosa scabies yang sering salah kaprah disebut sebagai jamur.

Lihat juga : suntikan anti jamur tidak membunuh jamur

Setidaknya diperlukan dua kali suntikan ivermectin dengan selang waktu 2 minggu, agar penyakit dapat sembuh total.

Bila dalam satu rumah terdapat beberapa ekor kucing, Pengobatan yang sama juga harus diakukan terhadap kucing lain. Karena bila tidak diobati, ada kemungkinan terjadi infeksi ulang dari kucing lain yang tidak diobati, akibatnya penyakit ini tidak pernah sembuh secara tuntas.

Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan bisa dilakukan dengan cara menghindari kontak dengan kucing liar atau kucing yang telah terkena penyakit ini. Kucing yang tinggal di dalam rumah  biasanya jarang sekali terkena penyakit ini.

Cuci dan desinfeksi alat-alat grooming seperti sisir, sikat, dll setelah digunakan pada kucing yang terkena penyakit ini.

Hindari penitipan hewan atau tempat grooming yang tidak mempunyai sanitasi/kebersihan yang baik. Perhatikan juga apakah alat-alat grooming di desinfeksi sebelum digunakan terhadap kucing lain.

Bila salah satu kucing menunjukan gejala penyakit ini, segera isolasi dan cegah kontak dengan kucing lain yang masih sehat. Mandikan dengan shampoo khusus atau bawa ke dokter hewan untuk pengobatan.

Bisakah menular ke manusia ?

Seperti juga tungau lain yang termasuk dalam keluarga sarcoptes, notoedres cati dapat menyerang manusia. Sepertihalnya pada kucing, scabies juga menyebabkan kemerahan dan gatal-gatal pada kulit manusia.

Pada bagian yang terasa gatal biasanya terbentuk semacam benjolan kecil seperti jerawat, di dalamnya terdapat cairan. Bila pecah karena terus digaruk, tungau yang terdapat di dalamnya bisa menyebar ke daerah di sekitarnya. Rasa gatal yang ditimbulkan oleh tungau scabies cukup mengganggu.

Pada manusia biasanya penyakit ini bersifat sementara dan sembuh dengan sendirinya. Beberapa orang mungkin mempunyai kekebalan tubuh yang kurang baik dan cenderung  lebih sensitif terhadap serangan scabies ini.

Pengobatan dan pencegahan bisa dilakukan dengan mencuci tangan atau bagian yang gatal dengan sabun yang mengandung sulfur seperti JF Sulfur. Obat lain yang  bisa digunakan adalah salep scabicid.

scabies  kucing
scabies parah

scabies kucing sebelum suntik ivermectin
sebelum suntik ivermectin

scabies kucing sembuh
2 minggu setelah suntik ivermectin

Oleh : drh. neno Waluyo S, 2007

Posted by: Buddy Dharmawan | January 28, 2009

Tips Merawat Kucing Hamil

Berikan makanan yang paling baik.
Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.

Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya. Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)

Kucing hamil harus berada di dalam rumah.
Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi. Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing. Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih. Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.

Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan.
Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja. Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda. Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan, cacat  pada janin bahkan keguguran.

Sediakan kandang /tempat yang nyaman
Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai. Tempatkan ditempat yang hangat, bersih,  tenang dan terawasi. Pastikan tempat ini telah tersedia minimal  minggu sebelum waktunya melahirkan.

Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal.
Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkan dari kucing-kucing lain.
Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup
Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.
siapklan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.

Cari informasi selengkap-lengkapnya.
Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganali bila terjadi masalah atau komplikasi. Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan

Source : kucingkita.com

Posted by: Buddy Dharmawan | January 28, 2009

Tanda Tanda Kehamilan Kucing

Kehamilan kucing mungkin merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu pemilik kucing. Lalu bagaimana cara mengetahui seekor kucing hamil atau tidak ? berikut ini penjelasan mengenai beberapa ciri kucing yang hamil.

Penting sekali untuk selalu mencatat tanggal kucing kesayangan anda kawin. Dari tanggal kawin ini kita dapat memperkirakan waktu kelahiran kucing, sehingga kita dapat mempersiapkan diri mendapat tambahan kucing baru.
lihat juga : kalkulator kelahiran, untuk menghitung/memperkirakan waktu kelahiran kucing

Kucing yang hamil  dapat mengalami perubahan fisik dan tingkah laku.

PERUBAHAN FISIK

Bagian perut mulai membesar
Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.

Puting susu memerah dan membesar (pink)
Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)

Keluar susu
Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.

Bulu sekitar puting susu menipis

PERUBAHAN TINGKAH LAKU


Muntah-muntah
Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan

Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba
Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, siklus estrus kucing tidak banyak  dipengaruhi oleh musim. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.

Peningkatan nafsu makan
Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya  peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.

Lebih lembut & mencari perhatian
Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup

MEMASTIKAN KEHAMILAN KUCING

Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan kucing. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.

Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. USG dapat memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal  minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu

Source : kucingkita.com

Posted by: Buddy Dharmawan | January 28, 2009

Spraying : Perilaku Abnormal Pada Kucing

Sore itu puput sedang duduk di sofa, asik nonton TV. Tiba-tiba si Mpus muncul menggosok-gosokkan badannya ke kaki puput, memohon agar Puput membelainya. Tentu  saja Puput langsung menggendong dan membelai Mpus penuh sayang. Setelah beberapa saat Mpus diturunkan kembali ke lantai dan  langsung ngeloyor pergi. Tapi, sebelum pergi Mpus berdiri membelakangi sofa dan menyemprotkan benda seperti cairan yang berasal dari daerah pangkal ekornya….

Puput bengong melihat tingkah laku Mpus…..Setelah beberapa saat baru Puput tersadar. Ia mulai mengendus-endus bagian sofa yang tadi dicipratin si Mpus…. Ketika hidung puput mencium bau khas kencing kucing, langsung Puput berteriak… MPUUUuuuusss!!… Awas kamu, Ya !……


Apa yang dilakukan Mpus sebenarnya merupakan salah satu perilaku kucing yang sering disebut spraying. Bila dilakukan beberapa kali saja, masih dianggap normal. Tetapi bila berulang kali dan terus menerus hingga berlangsung beberapa bulan, ini baru dianggap tidak normal.

Spraying sering diartikan sebagai kebiasan kucing untuk memberi tanda daerah kekuasaannya dengan cara menyemprotkan sedikit urin/air kencing. Normalnya pada saat kencing, kucing akan sedikit jongkok. Sedangkan pada saat spraying, kucing tetap dalam keadaan berdiri.

Objek sasaran spraying biasanya berupa benda-benda vertikal seperti dinding, gorden, kursi, sofa, pintu, dll. Bila air kencing menggenang dalam jumlah besar di lantai, kemungkinan besar bukan spraying, tetapi semata-mata “kecelakaan”.

Spraying berhubungan dengan insting/perilaku seksual. Baik kucing betina maupun jantan biasanya akan mulai menunjukan perilaku ini sekitar umur 7 bulan, pada saat mulai terjadi kematangan organ-organ reproduksi. Spay/neuter (kebiri/steril) yaitu, mengambil testis (kucing jantan) atau rahim serta indung telur (kucing betina),dapat menghilangkan sekitar 80 % perilaku spraying pada kucing.

Bila ternyata perilaku spraying tidak hilang setelah di kebiri/steril, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor lain yang menyebabkan kucing gelisah (anxiety). Hal ini bisa terjadi kucing bila baru pindah rumah, adanya anggota keluarga baru (anak kecil/bayi baru dalam keluarga) atau ada hewan peliharaan baru.

Pada dasarnya segala sesuatu yang baru dapat menyebabkan kucing gelisah. Pada beberapa kucing kegelisahan ini menimbulkan perilaku spraying.

Yang perlu dilakukan bila kucing anda menunjukkan perilaku spraying.
Bila tertangkap basah sedang spraying, segera marahi dengan teriakan/intonasi tinggi atau ciprati dengan air. Kucing benci air, ini akan menghalangi dan mengurangi kebiasaan buruknya tersebut. Jangan marahi bila tidak tertangkap basah, sebab kucing tidak akan mengerti bila kita memarahi perilaku spraying yang telah ia lakukan sekitar 5 menit atau beberapa jam sebelumnya.

Kucing biasanya akan kembali ke lokasi yang sama untuk kembali menandai daerah tersebut. Jadi, sebisa mungkin hilangkan bau kencing di daerah spraying. Jangan gunakan bahan pembersih yang mengandung amonia (amonia akan memancing kucing kembali ke daerah tersebut). Larutan pemutih/chlorin dapat digunakan untuk menghilangkan bau.

Berbagai produk berupa spray untuk menghalangi/mengurangi kebiasaan spraying kucing juga tersedia di petshop-petshop.

Pemberian obat-obatan tertentu berupa hormon juga dapat menghilangkan atau mengurangi masalah spraying ini. Konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan.

Terakhir, bila masalah masih berlanjut, tindakan operasi berupa kebiri/steril dapat menghilangkan perilaku spraying pada sekitar  80% kucing.

Source : kucingkita.com

Posted by: Buddy Dharmawan | January 28, 2009

Panduang Mengganti Makanan Kucing

Pernahkah kucing anda mencret setelah pergantian jenis/merek makanan ? tentunya anda langsung menghakimi merek makanan tersebut kurang bagus, padahal harganya lebih mahal. Walaupun harga mahal tidak selalu berarti kualitas yang lebih baik, sebagian besar makanan berkualitas baik memang selalu lebih mahal.

Lalu, kenapa bisa mencret ? padahal makanan yang diberikan, berkualitas lebih baik daripada yang sebelumnya ? berikut ini penjelasan mengenai penyebabnya.

Di usus terdapat berbagai macam bakteri yang tidak berbahaya dan berfungsi membantu mencerna makanan agar dapat diserap dan dimanfaatkan kucing. Bakteri-bakteri ini secara alamiah memang ada di usus dan sering disebut Flora usus.

Setiap jenis/merek makanan kucing mempunyai komposisi nutrisi dan bahan utama yang berbeda. Perkembangan flora usus juga sesuai dengan bahan-bahan yang terdapat pada makanan. Beberapa jenis flora berkembang lebih banyak dan lebih efektif dalam mencerna nutrisi yang berasal dari jagung. Beberapa flora lain juga berkembang secara spesifik untuk mencerna protein yang berasal dari ayam. Semakin beragam komposisi makanan, semakin beragam juga jenis flora usus.

Bila kucing diberi  satu jenis makanan dalam jangka waktu lama, flora yang berkembang di usus juga menyesuaikan diri untuk mencerna makanan tersebut. Ketika terjadi pergantian makanan secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, flora usus tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan makanan yang baru dengan cepat. Akibatnya sebagain besar makanan tidak tercerna dan terjadilah mencret atau diare.

Berikut ini panduan mengganti makanan kucing, agar kucing terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare.

Hari 1 & 2

Hari 3 & 4

30 % makanan baru dicampur merata dengan 70 % makanan lama

makanan baru 50 % makanan lama 50 %

Hari 5 & 6

Hari 7

70 % makanan baru, 30 % makanan lama

100 % makanan baru

Panduan di atas bukanlah patokan mutlak. Pergantian makanan bisa dipercepat bila Konsistensi feces tidak berubah/tidak mencret.

Kucing yang terbiasa dengan makanan yang bervariasi biasanya tidak bermasalah dengan perubahan makanan secara tiba-tiba.

Pada beberapa kucing dengan saluran pencernaan yang sensitif, pergantian makanan dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Proporsi makanan baru pun bisa dinaikan sedikit demi sedikit agar flora usus kucing dapat menyesuaikan dengan makakan baru.

Source : kucingkita.com

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.